Wednesday, November 23, 2011

Musim hujan, perairan Kepulauan Seribu kembali menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pasalnya, sejak tiga hari terakhir ini ratusan bahkan ribuan ton sampah per hari membanjiri kawasan tersebut. Akibatnya, banyak aktifitas kapal dan warga jadi terganggu karena tidak bisa berlayar.

Pantauan di lapangan, sejumlah pulau pemukiman seperti, Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa dipenuhi dengan sampah. Saat ini sejumlah petugas kebersihan dengan dibantu warga berusaha keras untuk membersihkan tumpukan sampah yang berada di sepanjang pantai tersebut.

“Sejumlah pantai yang ada di wilayah Kepulauan Seribu penuh dengan sampah sehingga sangat mengganggu aktifitas warga dan tranportasi kapal. Banyaknya sampah itu dikarenakan kawasan ini dialiri 13 sungai,” kata Supeno, salah seorang petugas kebersihan pantai.

Menurutnya, sampah yang membanjiri perairan Kepulauan Seribu itu hampir setiap tahun terjadi. Namun, hingga saat ini belum ada solusinya, padahal kawasan ini merupakan daerah wisata akhir-akhir ini menjadi menjadi primadona bagi masyarakat lokal maupun internasional. Untuk itu dia berharap kepada Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah menyelesaikan persoalan ini.

Bupati Kepulauan Seribu Achmad Lutfi mengakui setiap kali musim hujan sampah membanjiri wilayahnya. Menurutnya saat ini berbagai upaya telah dilakukan menanggulangi sampah kiriman ini. Namun, tak jua mendapat hasil yang maksimal. Tiap musim penghujan, dipastikan sampah kiriman akan menghiasi segala penjuru perairan Kepulauan Seribu. “Kami sudah menerjunkan ratusan petugas kebersihan untuk membersihkan, tapi sampah kambali datang ,” ungkap Bupati.

0 komentar: